Menyinari Langkah, Menyejukkan Jiwa

Latest Comments

No comments to show.

RESEP14

Saat Ustadz Fahim berbicara tentang kejemuan dalam amanat yang disampaikannya saat apel pagi, ana lantas termenung.
Bahwa ada banyak musuh yang dihadapi selama 6 tahun berada di Ma’had.
Dari musuh-musuh kecil, hingga musuh-musuh besar.

Dan diantara musuh besar itu adalah rasa bosan, rasa jemu, rasa jenuh.

Yang namanya musuh, tentunya harus dilawan. Harus diperangi.
Bukan dijadikan teman, apalagi jadi sahabat karib.

Kejemuan dan kebosanan adalah ‘aduwwun mubîn bagi santri. Musuh yang nyata.

6 tahun itu perjalanan panjang dan lama. Bukan sebentar lho. Harus banyak alternatif senjata, lengkap dengan amunisinya. Dan harus selalu dilakukan pemutakhiran senjata dan amunisi itu.

Dan kita, khususnya ana, harus angkat topi, dan tentunya belajar banyak pada para santri.
Sebab, kita saja, nyaris tiap hari harus berkelahi dengan rasa jemu itu yang kerap menghampiri.

Bayangkan, rutinitas dan cenderung monoton.

Tapi mereka, laksana para tentara yang selalu sigap bertempur melawan salah satu musuh besar itu.

Berbagai kreativitas dan inovasi terus dihadirkan oleh manajemen Ma’had.

Hingga satu per satu, tentara musuh berjaya mereka lawan dan taklukkan.
Mereka berhasil memerangi jemunya memikul rindu pada rumah dan segala kenangannya.
Mereka berduel melawan kebosanan bangun malam, menghafal Quran dan Mutun, salim ke guru, KBM harian dari pagi hingga sore, dan lain-lain.

Dan semua duel itu mereka menangkan.
Mungkin ada satu dua santri yang kadang masih takluk saat duel itu. Namun over all, santrilah pemenangnya.

Mereka memporakpondakan barisan musuh bernama jemu, jenuh dan bosan itu. Masyaallah.

Asatidz yang punya back ground pernah nyantri, ikut punya andil besar dalam menularkan militansi tersebut.
Lengkaplah sudah. Santrinya berperang melawan kejenuhan. Asatidznya membawa vibes yang hebat dan ikut suplai amunisinya dengan pengalaman yang pernah didapat selama menjadi santri.

Orang-orang seperti ana ini, optimis bakal sentiasa tertular militansi perlawanan terhadap kejenuhan, kejemuan dan kebosanan itu, selama berada di pusaran seperti ini.

RESEP (coREtan SElasa Pagi)
Zamroni Ahmad,
MSH, 25/11/2025

Coretan berikutnya berjudul: Menyandang Inisial

CATEGORIES:

Resep

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *