RESEP13
Ada sejumlah santri.
Yang lucu-lucu wajahnya.
Ngga memancarkan aura yang layak disegani.
Tapi seketika berubah.
Santri lain tunduk pada mereka.
Semua santri meminta izin pada mereka jika ada udzur.
Wibawa jadi terangkat.
Santri takut pada mereka.
Sebab di tangan merekalah ‘nasib’ santri lainnya ditentukan.
Bulis Sakan.
Begitu namanya.
Mereka yang bertugas, memakai seragam.
Yang wajahnya lucu-lucu tadi, menjelma menjadi pasukan yang disegani.
Sungguh bagus pola ini diterapkan.
Apalagi jika diberikan pelatihan tambahan, seperti psikologi komunikasi dan retorika perdebatan, makin ‘menakutkan’.
Sebab, jika tidak, mereka bisa ‘dutundukkan’ oleh senior atau kawan dekat.
Beberapa waktu lalu juga, pas sedang ngisi di banat, melihat pasukan ini versi banat melintas di ruwaq-ruwaq. Siapapun yang mereka lewati, baik perorangan atau pergrup, perlihatkan sikap segan. Padahal yang berseragam itu yang sehari-harinya pendiam dan kalem-kalem
Rupanya, santri-santri dengan kadar kediaman dan kekaleman di atas rata-rata itu, manakala ditempatkan pada pos tertentu dan berseragam tertentu, bisa mengasah kenaikan level wibawa mereka.
Rasa percaya diri semakin tumbuh.
Rasa kepedulian dan kepekaan makin tajam.
Jiwa kontribusi juga hadir.
Mental bertanggung jawab juga muncul.
Dampaknya, akan menstabilkan komitmen mereka sebagai santri yang taat, patuh dan disiplin.
Misalnya, hari ini mereka pakai seragam Bulis, maka wibawa muncul. Disiplin pun otomatis mereka jaga.
“Masa’ berseragam bulis tapi melanggar disiplin santri?”, pasti begitu berpikirnya.
Besok tak berseragam lagi.
Wibawa sementara turun dulu. Komitmen kedisiplinan mengendur.
Beberapa hari kemudian, berseragam bulis lagi. Terangkat lagi wibawa. Komitmen kedisiplinan, ketaatan dan kepatuhan meningkat kembali.
Begitu seterusnya berulang-ulang. Hingga masuk ke alam bawah sadar, walau tak berseragam lagi, tapi wibawa tetap terjaga; komitmen kedisiplinan, ketaatan dan kepatuhan tetap dipertahankan.
Ada aja sih ya, ide brilian yang inovatif di Ma’had ini.
Kagum.
👏🏻👏🏻👏🏻
RESEP (coREtan SElasa Pagi)
Zamroni Ahmad,
MSH, 18/11/2025
Coretan berikutnya berjudul: Tentara Perlawanan Kejemuan

No responses yet